| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Oct | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | 31 | ||||
Posted on October 27th, 2008 by
Categories: Uncategorized.
KLAK! akan kembali dipentaskan di Magelang dan Purworejo, setelah berhasil dipentaskan di Taman Budaya Yogyakarta dalam agenda Parade Teater Yogyakarta. Beberapa pemain mengalami pergantian dan ada penambahan pemain baru. Hal ini dimaksudkan untuk merefresh tampilan serta sebagai bentuk pengembangan karya. Putut selaku sutradara mencoba berkompromi dengan tempat dan ruang pementasan yang disediakan. 15 Nopember KLAK! akan main di Aula SMK YP 17 Magelang dan 16 Nopember di Aula Universitas Muhammadiyah Purworejo.()
Posted on September 2nd, 2008 by
Categories: Uncategorized.
Studio Teater mementaskan lakon “KLAK!” dalam agenda Parade Teater Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Yogyakarta. Lakon karya Eko Ompong Santosa ini dipentaskan pada tanggal 29 Agustus 2008 dan merupakan pembuka Parade Teater. Dengan pendekatan permainan, akrobat dan puisi, “KLAK!” diproses selama kurang lebih 3 bulan. Yang menjadi menarik dari petunjukan ini adalah bahwa para pemain intinya bukanlah pemain teater. Mereka adalah mahasiswa umum yang tertarik dengan teater dan berkehendak mengikuti proses latihan teater. Atas dasar inilah pendekatan games dilakukan. Dengan tidak mengacu pada proses keaktoran seperti yang biasa dilakukan secara umum, “KLAK!” dibentuk dari permainan dan dasar akrobat yang dikombinasikan dengan pola ungkap puitik. Memang tidak mudah menelorkan individu yang dapat memaknai panggung sebagai ajang ekspresi karakter dalam teater, tetapi melahirkan generasi yang mau berekspresi melalui teater adalah salah satu tujuan “KLAK!”. Theater for All, demikian kira-kira harapan dari proses ini. Teater bisa menjadi media pembelajaran bagi siapa saja, teater bisa menjadi ajang ekspresi bagi siapa saja. Pementasan “KLAK!” yang disajikan di Amphiteater ini dipadati oleh penonton dari berbagai kalangan. Bertindak sebagai sutradara: Puthut Buchorie AM, tata suara: Rusmansyah Kameswara dan Surya, tata cahaya: Daru Murdopo. Pemain inti: Bagus, Tatag, Ichin, Jarwo, Icha, Pimpim, Yayuk, Susi. Pemain pendukung: Steven Burell (Inggris), Kucir Sego Macan, Andri Tikus, Andi Pepok, Krismantono Copet, dan Tama Gibas. Pentas “KLAK!” merupakan produksi ke 13 Studio Teater PPPPTK Seni dan Budaya bekerjasama dengan Taman Budaya Yogyakarta.
Posted on August 22nd, 2008 by
Categories: Uncategorized.
“HRR!” yang tahun lalu dipentaskan di Yogya, Madiun, Purworejo dan Purwokerto, kembali diproduksi oleh Studio Teater PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta. Kali ini dengan pemain dan pemusik yang lain.
“HRR!” akan dipentaskan pada tanggal 24 Agustus 2008, jam 19.30 di Aula Fakultas Sastra UNDIP Semarang dan 26 Agustus 2008, jam 19.30 di Gedung Budaya Loka Tuban.
Naskah: Eko Ompong Santosa
Sutradara: Eko Ompong Santosa dan Puthut Buchorie AM
Musik : Wawan Kris dan Pratik
Pemain: Andri Surawan, Andi Novantoro, Krismantono, Tama Gibas, dan Catur Stanis
Busana: Heru Subagiyo, Sindhu
Selain pentas, tim “HRR!” juga akan menyelenggarakan workshop Theater Games di Fak Sastra Undip (24 Agustus) dan di SMAN 2 Tuban (25 Agustus). Produksi ini terselenggara berkat kerjasama: PPPPTK Seni dan Budaya, UNDIP, Teater EMKA, Komunitasku, Dinas Pendidikan Tuban, Dinas Pariwisata Tuban, Teater Angin Tuban, dan Mata Tikus Adv.
Posted on October 30th, 2007 by
Categories: Uncategorized.
Studio Teater kembali menggelar pentas teater keliling dengan lakon “HRR!” karya sutradara Eko Ompong Santosa. Pentas pertama diselenggarakan pada tanggal 1 November 2007 di Auditorium PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta. Selanjutnya, tanggal 5 November di SMA 3 Madiun, 7 November di Auditorium Univ. Muhammadiyah Purworejo, 8 November 2007 di Unsoed Purwokerto. Lakon yang mengetengahkan cerita tentang perkembangan permainan anak digital akan dimainkan oleh; Andi Pepok Novantoro, Andre Mata Tikus, Wawan Kondo, Muh Sodiq, dan Annie Sloman (Australia). Bertindak sebagai Astrada: Putut Buchorie, Musik: Irfaq BA, Wawan Kris. Kostum: Heru Subagiyo, Sindhu. Dokumentasi: Nugroho Hari. Pentas ini didukung oleh Omah Kebon Teatrikal Yogyakarta, ASK Kulonprogo, Mata Tikus Adv., VEDAC 99 FM, SMA 3 Madiun, Teater ASAP, Teater Margin, Teater Kecik, dan Teater Surya.
Posted on June 15th, 2007 by
Categories: Uncategorized.
Studio Teater PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta, memprakarsai workshop dan pementasan musik oleh grup musik kolaboratif IOIO (Inter Oriental Invasion Orkestar). Grup ini akan menyajikan workshop musik perkusi Timur Tengah yang dikombinasi dengan musik tiup Eropa Timur. Sedangkan materi pentas mereka adalah kolaborasi musik perkusi, digital, dan tiup dengan beragam unsur musik etnik di dalamnya. IOIO akan memulai pentas di Surabaya Full Music, Taman Budaya Jawa Timur pada tanggal 19 Juni 2007. Selanjutnya, menggelar workshop di SMKN 8 Surakarta pada tanggal 24 Juni 2007 (pagi-siang) dan malam harinya mementaskan karyanya di Red House Cafe, Jl. Slamet Riyadi Solo. Pada tanggal 23 Juni 2007 jam 20.00 WIB IOIO pentas dalam agenda Pesta Musik yang diselenggarakan oleh Lembaga Indonesia Perancis, Jl Sagan Yogyakarta. Sebagai tujuan akhir perjalanan adalah Taman Budaya Lampung dengan menggelar workshop pada tanggal 29-30 Juni 2007 dan pentas pada tanggal 1 Juli di Mall Simpur Bandar Lampung. IOIO digawangi oleh: Aurelien Lebretton dari Perancis yang memainkan instrumen perkusi, Janos Nemes, Hongaria dengan isntrumen tiup (flute, saxophone, dan pianika), Soichi Iwamoto, Jepang dengan instrumen Bass dan Perkusi serta Steven Burell dari Inggris dengan soundsacpe (digital music). Eko ‘Ompong’ Santosa (Studio Teater PPPPTK Seni dan Budaya) bertindak sebagai Program Manager. Acara ini terselenggara berkat kerjasama, PPPPTK Seni dan Budaya dengan Taman Budaya Jawa Timur, SMKN 8 Surakarta, Red House Cafe Solo, Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta, dan Dewan Kesenian Lampung.()
Posted on June 12th, 2007 by
Categories: Uncategorized.
Studio Teater melaksanakan Diklat Seni dan Budaya untuk guru-guru SD, mulai tanggal 11 Juni sampai dengan 22 Juni 2007. Materi substansial yang diberikan adalah; Wicara, Ekspresi, dan Story Telling. Diharapkan setelah mengikuti diklat, guru-guru dapat menemukan dan atau mengembangkan metode pembelajaran di sekolah masing-masing sehingga siswa dalam mengikuti kelas seni budaya merasa senang dan tertantang kreativitasnya. ()
Posted on May 25th, 2007 by
Categories: Uncategorized.
PPPPTK Seni dan Budaya menyelenggarakan Diklat Seni dan Budaya untuk guru-guru SMK kelompok Manajemen Bisnis, Pariwisata, dan Teknologi Industri. Program akan dilaksanakan dari tanggal 27 Mei sampai dengan 09 Juni 2007. Khusus untuk Seni Teater, materi yang diajarkan adalah menciptakan karya teater secara sederhana dengan basis teater modern. Diharapkan dari diklat ini guru-guru Seni Teater, memiliki tambahan pengalaman estetis sehingga dapat dijadikan dasar pijakan karya kreatifnya di sekolah. ()
Posted on May 15th, 2007 by
Categories: Uncategorized.
PPPG Kesenian Yogyakarta berganti nama baru menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya. Jika dulu PPPG berada di bawah Dikmenjur sekarang PPPPTK berada di bawah Dirjen PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Dengan perubahan ini maka sudah dipastikan sebaran tugas menjadi semakin luas. Semoga dengan ini, kinerja dan semangat kerja akan semakin bertambah hingga semua program berjalan dengan baik sesuai perencanaan.(.)
Posted on December 13th, 2006 by
Categories: Uncategorized.
Studio teater PPPG Kesenian Yogyakarta kembali melaksanakan diklat seni teater untuk guru seni budaya SMK. Dalam diklat yang diikuti oleh guru-guru dari berbagai daerah ini disosialisasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mencakup Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus ditempuh oleh siswa. Lebih lanjut, peserta diklat akan mendapatkan materi praktek seni teater yang menekankan pada metode theatre games sebagai bentuk kreativitas penciptaan karya teater. Diharapkan dengan metode tersebut guru-guru mampu menyerap dan menerapkan kepada siswa sehingga kelas seni budaya (seni teater) menjadi kelas yang dapat merangsang tumbuh kembangnya imajinasi siswa. Imajinasi menjadi titik landas proses kreatif berteater. Lebih dalam, jika para siswa aktif dan kreatif serta ide dan gagasannya dapat tertuang dalam proses penciptaan karya seni secara bersama maka tujuan pendidikan seni budaya untuk mengasah kemampuan apresiasi, kreasi, dan sensitifitas dapat diwujudkan.(.)
Posted on December 7th, 2006 by
Categories: Uncategorized.
Mulai tanggal 4 Desember hingga 13 Desember, Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta melaksanakan diklat teater untuk guru seni budaya SMP. Diklat diikuti oleh 29 guru dari berbagai daerah di Indonesia. Selain materi praktek yang meliputi; apresiasi, olah tubuh, olah vokal, olah, sukma, permainan serta teater daerah, para peserta juga dibekali pengetahuan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sampai dengan pembuatan silabus dan Rencana Program Pembelajarannya. Pada akhir sesi diklat, peserta akan menampilkan sajian teater kreatif yang prosesnya dikerjakan selama mengikuti sesi praktek seni teater. Setelah pelaksanaan diklat selesai diharapkan para guru mampu menularkan pemahaman tentang seni teater kepada siswa atau guru seni budaya yang lain.